Smart Guns (Senjata Pintar), Solusi Dari Penembakan Massal?

Penembakan yang terjadi pada Rabu, menewaskan 14 warga San Bernardio, California, Amerika Serikat. yang terjadi di salah satu pusat kesehatan, merupakan salah satu dari serangkaian penembakan massal yang terjadi dalam satu minggu terakhir.

Statistik membuktikan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan jumlah penembkan massal yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Smart Guns (Senjata Pintar), Solusi Dari Penembakan Massal

Bagaimana jika senjata api hanya bisa bekerja setelah mengenali sidik jari orang tertentu? Hal tersebut merupakan inovasi teknologi yang baru saja ditemukan, yang membuat senjata aman dari penyalahgunaan oleh pihak tidak berwenang. Senjata pintar (smart guns) ini bekerja menggunakan konsep RFID (identifikasi frekuensi radio). Senjata ini hanya bisa digunakan jika digunakan bersama sebuah jam yang memancarkan gelombang radio.

Beberapa kelompok pengguna senjata mengatakan teknologi pintar ini hanya merupakan cara lain yang dilakukan pemerintah untuk melacak, dan berwenang untuk melarang bahkan mencekal senjata api. Teknologi smart ini tentu saja tidak akan bisa menghentikan penembak San Bernardino, yang secara legal membeli 4 senjata semi otomatis, 2 senapan dan 2 pistol. Tidak ada toko senjata di Amerika yang menjual senjata pintar (smart guns), berdasarkan laporan bulan Oktober yang ditayangkan pada program acara “60 Minutes” di CBS.

Kelompok yang mengontrol senjata juga ikut memberikan pendapat, bahwa teknologi senjata pintar ini sebenarnya bisa membatasi tindak kriminal penembakan dan mengurangi peredaran senjata illegal.

Baca Juga:  Dukungan untuk Windows 7 dan 8.1 Akan Dihentikan

“Merupakan sebuah ironi, saat beberapa kelompok pengguna senjata berusaha untuk mencekal senjata pintar, terutama saat mereka melakukan propaganda keamanan senjata. Hal itu sangat mengecewakan,” kata Mike McLively, staff pengacara di Pusat Hukum yang bergerak di bidang kekerasan senjata, yayasan nonprofit yang didirikan pada 1993, setelah peristiwa penembakan massal di 101 California Street, San Fransisco, yang menewaskan 9 orang pada saat itu.

The National Rifle Association (Asosiasi Senapan Nasional) tidak memberikan komentar apa-apa terhadap pernyataan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, apakah senjata pintar sebenarnya bisa mengurangi kasus penembakan massal? Salah satu investor di Sillicon Valley, Ron Conway, berbicara pada saat launching acara Smart Tech Innovation Challenge yang diadakan tahun lalu di San Francisco, mengiyakan pertanyaan yang mengundang banyak debat tersebut.

Ron Conway merupakan pelopor yang mendirikan Smart Tech Challenges Foundation. Yayasan tersebut menjanjikan hadiah sebesar 1 juta dollar bagi inovator yang mampu mendesain senjata yang lebih aman.

Yayasan tersebut didirikan sebagai respon terhadap penembakan massal yang terjadi di Sandy Hook Elementary School pada 2012 di Newtown, Connecticut, yang menewaskan 20 anak dan 6 orang dewasa. Yayasan ini telah mendanai 15 penemuan sejauh ini. Conway, yang merupakan investor awal di Facebook dan Google, sedang melakukan evaluasi untuk mendanai penemuan tambahan dari teknologi senjata pintar.

“Senjata pintar ini harus segera terealisasi dan bisa dimiliki oleh masyarakat. Jika kamu tidak menyukai teknologi, jangan beli produk ini. Jangan berusaha menghentikan orang untuk memiliki teknologi pintar ini,” kata Margot Hirsch, presiden yayasan. “Teknologi ini hanya merupakan solusi alternatif untuk membantu mencegah kekerasan dengan senjata api. Untuk mencegah senjata api berada di tangan yang salah, kami membutuhkan banyak solusi dari segala permasalahan yang ada dan dari segala kemungkinan yang akan terjadi.

Smart Guns (Senjata Pintar), Solusi Dari Penembakan Massal

Tidak semua kelompok setuju, termasuk NRA yang mengatakan bahwa merupa bukan menentang teknologi, tapi menentang semua bentuk hukum yang melarang warga Amerika untuk memperoleh dan memiliki senjata api yang tidak menerapkan teknologi smart tersebut.

Baca Juga:  Apple Store Akan Dibuka di Brazil Menjelang Piala Dunia 2014

Bulan lalu, Pemimpin Senat New Jersey, Loretta Weinberg mengatakan bahwa dia berencana akan mengenakan biaya yang dibutuhkan toko senjata untuk menjual sebuah senjara pintar. Langkah ini diyakini akan lebih efektif dibandingkan peraturan yang sudah ada.

“Hal ini bisa mengurangi jumlah pengguna dan toko senjata yang ada,” demikian ujar McLively terhadap rencana Weinberg. McLively menghargai upaya Weinberg dalam hal dukungan terhadap teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *