Tombol “Dislike” di Facebook

Pemilik Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan dalam beberapa waktu ke depan, pengguna Facebook akan bisa mengekspresikan empati mereka dengan menggunakan tombol ‘Dislike‘. Dalam waktu dekat, Facebook akan melakukan uji coba kepada penggunanya.

tombol dislike facebook

Ide tombol ‘Dislike‘ sebenarnya sudah muncul sejak diluncurkannya tombol ‘Like’ di tahun 2009. Zuckerberg kuatir akan efek Pandora Box yang mungkin akan terjadi saat memperkenalkan tombol ‘Dislike‘ di media sosial terbesar tersebut. Zuckerberg juga mengatakan tujuan utama fitur tersebut bukan untuk merendahkan dan melecehkan post seseorang di Facebook. Sebaliknya, Facebook ingin memperkenalkan tombol ‘Dislike‘ di saat mengklik ‘Like’ bukan merupakan ungkapan yang tepat.

Setidaknya tombol ‘Dislike‘ akan melengkapi pendapat atau pikiran seseorang. Memberikan tanda tidak suka akan sesuatu, bukan merupakan pilihan untuk mengungkapkan empati terhadap orang lain. Tidak ada yang ingin ke pemakaman dan berkata, “saya tidak senang mendengar kabar Nenekmu meninggal”. Saat ini, diakui memang hal tersebut masih merupakan pilihan yang lebih baik dalam mengungkapkan empati.

“Tidak semua momen merupakan momen indah” Zuckerberg berkata, dalam setiap pernyataan yang sarat akan ironi, selanjutnya akan dibahas pada sesi tanya jawab saat peluncuran fitur tombol ‘Dislike‘.

Selama beberapa tahun, Zuckerberg dan Facebook, mengabaikan fitur ‘Dislike‘, untuk menghindari pengguna melakukan sistem voting, seperti yang terdapat di situs Reddit. Desember tahun lalu, Zuckerberg sekali lagi mengungkapkan bahwa tidak akan ada fitur ‘Dislike‘ di Facebook. Zuckerberg mengatakan “sudah ada sesuatu yang sangat simple dari tombol Like”.

Baca Juga:  Mozilla Firefox Untuk iOS Resmi Diluncurkan

Lalu apa yang mengubah pikiran Zuckerberg?

Mungkin, pengguna Facebook terlalu fokus pada sisi negatif yang mungkin akan muncul jika fitur “Dislike” diluncurkan. Tombol ‘Dislike‘ bisa mengubah pola pikir pengguna. Hal itu akan menjadi cara yang lebih mudah untuk mengungkapkan ketidaksenangan terhadap orang lain di balik layar komputer. Keadaan tersebut bertentangan dengan tujuan utama Facebook. Walaupun pada dasarnya pengguna masih mungkin mengungkapkan kemarahan atau kekecewaan melalui kolom komentar di post Facebook, yang kadang menjadi usaha untuk membalas dendam bagi sebagian pengguna.

Tapi yang menjadi permasalahan menurut analisis Wired.com terhadap tombol baru tersebut, Facebook bergantung dari ‘Like, Share, Comment’, untuk memutuskan apa yang dilihat dan tidak oleh pengguna. Yang menjadi sorotan utama dalam hal ini adalah bagaimana mengubah prinsip dan pola pikir pengguna akan kehadiran tombol ‘Dislike‘ nantinya.

Faktanya, bahwa tidak menyukai sesuatu berarti pengguna memberitahu Facebook bahwa mereka tidak menginginkan keberadaan post tertentu, dengan harapan Facebook akan menyembunyikan konten tersebut dan konten-konten serupa lainnya di masa mendatang. Hal ini berpotensi untuk mengurangi pertentangan dari pengguna. Di sisi lain, hal ini juga akan mengurangi konten iklan yang dimunculkan, dan artinya akan mengurangi pendapatan Facebook. Semuanya kembali lagi tentang uang dan uang.

Hal ini yang mungkin menyebabkan Zuckerberg kembali membicarakan fitur tombol ‘Dislike‘ dalam batasan sebagai ungkapan empati dan bukan merupakan ungkapan terhadap ketidaksukaan terhadap sesuatu.

Baca Juga:  XL Luncurkan Layanan 4G LTE di Kalimantan Barat

Tantangannya adalah untuk menerapkan tombol baru tersebut dalam cara Facebook sendiri, dengan tetap menargetkan penayangan produk dan iklan, dengan harapan mereka tetap mengklik. Seperti biasa, saat fitur tersebut diluncurkan nantinya, tombol ‘Dislike‘ bukan merupakan jawaban atas keinginan pengguna Facebook, akan tetapi semua tentang bagaimana Zuckerberg bisa menerapkan hal tersebut untuk meningkatkan margin profit perusahaan.

 
tag: fitur baru facebook tombol dislike

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *