Mengenal Jenis Partisi MBR

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan bahwa terdapat dua jenis partisi pada hardisk yang beredar saat ini, yaitu partisi jenis GPT dan MBR. Setelah jenis GPT dibahas, kali ini giliran MBR yang akan dibahas. MBR sendiri merupakan singkatan dari Master Boot Record.

Partisi MBR
MBR merupakan bagian terkecil dari hard disk atau media penyimpanan lainnya yang berisi tentang informasi disk tersebut. Terletak pada boot sector dan mendefinisikan partisi disk serta kode yang di gunakan untuk memulai boot. MBR adalah tipe yang spesial dari boot sector ketika hardisk komputer pertama kali dipartisi.
MBR memegang informasi mengenai logical partition, yang juga berisi file system, dan yang mengatur sistem tersebut. Selain itu, MBR juga berisi kode exe yang berfungsi sebagai sistem operasi yang berdiri sendiri sebagai rantai pengatur partisi dari Volume Boot Record (VBR). MBR tidak ditemukan di perangkat penyimpanan removable seperti flashdisk, CD/DVD, atau floppy.
Konsep MBR sudah ada sejak 1983. MBR pertama kali di gunakan oleh PC-DOS compatible dan merupakan cara standar untuk format disk selama lebih dari dua dekade. Sistem MBR hanya dapat mendukung maksimum penyimpanan sebesar 2 TB. Berbeda dengan GPT yang sudah mendukung hingga 9,4 ZB (9400 TB) dan sudah mulai digunakan oleh sebagian besar produsen komputer saat ini.
MBR memiliki peran penting saat proses booting. Berikut fungsi MBR:
  • Mencari partisi yang aktif (dalam hal ini adalah partisi yang menyimpan informasi booting dan melakukan booting)
  • Mencari sector utama dari partisi yang aktif untuk kemudian mendapatkan boot sector dari partisi tersebut
  • Menyimpan boot sector dari partisi yang aktif ke dalam memory
  • Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dijalankan di dalam boot sector
Baca Juga:  LiFi, Teknologi Penerus WiFi
Di dalam Master Boot Record (MBR) terdapat sebuah tabel partisi yang menjelaskan partisi apa saja yang berada dalam hardisk tersebut. Berikut skema Master Boot Record (MBR).
Partisi MBR
Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa terdapat tiga skema yang terdapat pada MBR:
  • Primary Partition atau partisi utama, partisi ini digunakan untuk melakukan proses booting ke dalam sistem operasi dan menyimpan data user. Jumlanya ada 4 dalam satu hardisk, jika ada partisi tambahan maka primary partition akan berkurang menjadi 3
  • Extended Partition atau partisi tambahan, yaitu partisi yang dapat menampung beberapa logical partition. Partisi ini sebenarnya seperti primary partition, tetapi jumlanya hanya boleh 1 saja
  • Logical Partition, partisi ini tidak dapat melakukan proses booting ke sistem operasi dan hanya dapat digunakan untuk menyimpan data user. Jumlahnya tidak dibatasi, yang artinya dalam satu hardisk boleh berisi banyak Logical Partition yang bertumpu pada 1 Extended Partition
Demikian penjelasan mengenai MBR. Terlihat jelas bahwa MBR memiliki peran penting dalam mengenali sebuah hardisk untuk melakukan booting komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *