Mengenal Jenis Partisi GPT

Hardisk merupakan sebuah komponen penting dari sebuah komputer. Saat pertama kali membeli laptop, Anda mungkin akan melakukan partisi ulang atau bahkan memformat hardisk untuk kepentingan tertentu, seperti intall ulang sistem operasi. Ada dua jenis partisi yang ada saat ini, yaitu GPT (GUID Partition Table) dan MBR (Master Boot Record). Kali ini yang akan dibahas adalah partisi jenis GPT atau yang biasa juga dikenal GUID.

partisi GPT

Pada dasarnya GPT merupakan bagian dari EFI system, dimana GPT ini mendefinisikan standar layout tabel partisi pada hardisk yang menggunakan Global Unique Identifier. Karena banyaknya keterbatasan yang dimiliki oleh MBR, banyak perangkat komputer modern yang mulai beralih ke GPT.

GPT disk hadir dimaksudkan untuk menggantikan peran MBR yang masih memiliki beberapa kekurangan. Pada MBR, hardisk memiliki batasan limit yang bisa dibilang sangat kecil untuk saat ini, yaitu hanya 2,2 TB. Untuk saat ini, kapasitas penyimpanan sebesar 2 TB bisa dikatakan terbilang kecil. Sementara di lain pihak, banyak produsen hardisk yang mulai menawarkan produk dengan kapasitas lebih dari 2 TB. Beda halnya dengan GPT, partisi disk mendukung penyimpanan hingga 9,4 ZB dengan dukungan partisi primary yang bisa mencapai 128 partisi. Sangat jauh berbeda dengan MBR yang hanya mampu menyediakan 4 partisi primari.

Pada MBR, informasi mengenai partisi dan lokasi file sistem operasi berada pada sektor pertama dari disk tersebut. Baik firmware ataupun sistem operasi, elemen tersebut sangat bergantung pada sektor pertama disk untuk bisa bekerja dengan normal. Alhasil, jika partisi utama mengalami kesalahan (error), kemungkinan besar data dan sistem tidak akan bisa dibaca.

Baca Juga:  Cara Meningkatkan Kecepatan Hardisk SATA di Windows

Pada sistem GPT, kekurangan tersebut bisa diatasi. Informasi mengenai disk, baik tentang sistem dan lainnya dibackup lebih dari sekali. Sehingga apabila terjadi error di sektor utama partisi, disk masih dapat bekerja dengan baik.

partisi GPT

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesempulan beberapa poin penting, hal apa saja yang membedakan antara partisi GPT dan MBR:

  • MBR hanya support 4 partisi primari, GPT jauh lebih banyak yaitu bisa sampai 128 partisi primari
  • Kapasitas penyimpanan MBR sangat terbatas, yaitu hanya 2 TB. Sedangkan GPT bisa sampai 9,4 ZB (Zettabyte), di mana 1 ZB setara dengan 1000 GB
  • Pada partisi MBR, jika kita ingin menggunakan lebih dari 4 partisi, harus mengorbankan satu partisi primari untuk dijadikan extended, baru kemudian bisa membuat banyak partisi logical. Untuk di GPT, tidak perlu melakukan hal seperti itu
  • Pada MBR hanya sektor pertama saja yang menyimpan informasi mengenai partisi dan sistem operasi. Tetapi di GPT, informasi tersebut dibackup lebih dari satu kali, sehingga bisa meminimalisir akibat dari kesalahan yang mungkin terjadi
  • MBR dapat digunakan oleh semua OS. Hanya sistem operasi windows XP 64 bit dan windows yang kompatibel saja yang dapat menjalankan GPT
  • Untuk dukungan booting 32 bit di GPT, hanya dimiliki oleh windows 8. Sedangkan sistem operasi lain seperti Windows 7, Vista, tidak memiliki dukungan booting 32 bit dari GPT
Baca Juga:  Topik Terbaik Teknologi Tahun 2015 yang Harus Anda Ketahui

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *