5 Gadget Smart Home untuk Membuat Rumah Masa Depan Anda

Kebanyakan orang saat ini disibukkan dengan permasalahan mengurus rumah. Tapi bagaimana jika rumah Anda yang justru mengurus Anda? Seperti itulah rumah impian di masa depan yang bisa disebut dengan smart-home. Walaupun belum ada teknologi yang benar-benar bisa melakukan semua yang Anda butuhkan, setidaknya sudah banyak gadget yang sudah bisa hampir melakukan semuanya.

teknologi smart home

Setiap hari, berdasarkan hasil penelitian perusahaan Gartner, sebanyak kurang lebih 5,5 juta perangkat pintar yang terhubung di rumah di seluruh dunia. Diperkirakan akan ada 6,4 miliar perangkat sejenis yang akan digunakan pada akhir tahun 2016 dan 20,8 miliar pada tahun 2020. Berikut beberapa gadget smart home yang bisa Anda miliki saat ini.

1. Gadget untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak

Terdapat peningkatan produksi gadget yang diciptakan untuk memonitor dan membantu Anda meningkatkan kualitas tidur. Hasil penjualan produk ini diprediksi akan mencapai lebih dari 125 juta dollar AS pada tahun 2017, berdasarkan laporan beberapa media.

Sense (129 dollar AS) merupakan gadget dengan bentuk bola kecil yang ditempatkan di kamar Anda, memonitor suara, cahaya, suhu, kelembapan dan partikel udara, serta bisa membangunkan Anda di waktu yang tepat dan sesuai dengan pola tidur Anda. Jepitan kecil ditaruh di bantal untuk memonitor gerakan Anda selama tidur. Saat pagi hari, gadget tersebut memberikan notifikasi melalui aplikasi Apple seberapa baik tidur Anda dan memberitahu Anda hal-hal yang mengganggu tidur.

Beberapa gadget sejenis seperti Beddit (149 dollar AS), juga bisa digunakan untuk memonitor detak jantung dan pernapasan Anda selama tidur. SleepRate (100 dollar AS) juga merupakan aplikasi yang memberikan informasi bermanfaat bagi Anda, ditambah fungsinya sebagai sensor detak jantung. Withings Aura (189,95 dollar AS) tidak hanya bisa digunakan untuk memonitor tidur Anda, tapi juga bekerja melalui sensor cahaya dan suara yang diprogram untuk meningkatkan kualitas tidur Anda.

Kebanyakan produk-produk ini bekerja sendiri dan terpisah dari gadget lainnya. Tapi sensor yang akan diproduksi Samsung, SleepSense, akan terhubung dengan perangkat Samsung lainnya melalui SmartThings Hub. Saat SleepSense mendeteksi Anda sedang tidur, gadget tersebut akan mematikan lampu dan TV serta menyalakan mesin AC. Saat Anda terbangun, SleepSense akan menyalakan mesin pembuat kopi milik Anda..

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Printer, Mulai dari yang Jadul Hingga Modern

2. Lampu Pintar

Seberapa sering Anda pulang terlambat ke rumah? Saat di luar sudah mulai gelap, dan tentu saja saat Anda meninggalkan rumah di siang hari, Anda tidak menyalakan lampu. Anda mengalami kesulitan saat membuka kunci pintu dan saat pintu terbuka, Anda harus meraba-raba dinding untuk mencari tombol sakelar.

Bukankah menjadi hal yang sangat mudah dan menyenangkan jika Anda bisa menyalakan semua lampu di rumah hanya melalui sebuah aplikasi?

Perusahaan lampu saat ini sudah mulai menjual bohlam yang bisa Anda gunakan sebagai perangkat tambahan di rumah pintar Anda. Sebut saja lampu LED Hue buatan Philips dan perangkat smart home Philips Hue Bridge (60 dollar AS). Dengan gadget tersebut, Anda bisa menyalakan dan mematikan semua lampu di rumah Anda cucuk hanya melalui kontrol aplikasi.

lampu led hue philips

Lampu ini juga mempunyai kemampuan meredup sehingga Anda bisa mendapatkan penerangan yang lebih nyaman saat malam hari dan lampu tersebut juga bisa membangunkan Anda secara lembut dengan menyala secara perlahan di pagi hari. Anda bahkan bisa melakukan sinkronisai lampu tersebut dengan pemutar film atau musik streaming. Sebagai contoh, Anda bisa memprogram lampu Hue Philips meredup secara otomatis untuk mendapatkan pencahayaan yang optimal saat menyaksikan siaran favorit Anda melalui tv streaming.

“Hey, Siri. Turn on the lights.” Anda bahkan bisa menghubungkan lampu Hue Philips ke IoT hub, HomeKit Apple. Dengan cara itu, Anda bisa menggunakan Siri untuk menyalakan dan mematikan lampu melalui perintah suara. Menkjubkan bukan?

3. Kunci pintar

Jika mobil milik Anda sudah terhubung ke rumah, Anda dengan mudah bisa membuka kunci pintu tanpa harus keluar dari mobil. Mobil yang diproduksi saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan teknologi internet sehingga Anda bisa melakukan beberapa hal seperti membuka kunci pintu saat Anda pulang dengan tangan penuh belanjaan.

Baca Juga:  LiFi, Teknologi Penerus WiFi

Konsep yang sama diterapkan di perangkat IoT. Sebagai contoh, Anda bisa mengunci dan membuka pintu melalui kontrol jarak jauh. Kunci pintar (smart lock), seperti Kevo (160 dollar AS) menggunakan koneksi bluetooth dalam mengoperasikannya.

kevo

Dengan Kevo dan aplikasinya di smartphone, Anda bisa memprogram kunci rumah agar hanya anggota keluarga yang bisa membuka kunci pintu. Anda bisa mengatur berapa kali bisa membuka kunci rumah dalam sehari dan memberikan tamu Anda akses sementara untuk masuk ke rumah, tanpa memerlukan kunci.

Cukup dengan menguduh aplikasi Kevo di smartphone, Anda tidak perlu merogoh kocek atau dompet untuk membuka kunci pintu. Cukup dengan sentuhan jari, pintu Anda akan terbuka.

4. Menjaga makanan tetap segar

Jika Anda berpikir membutuhkan perabot pintar seperti kulkas pintar, hal tersebut bisa dimaklumi. Mengapa Anda membutuhkan kulkas yang harus terhubung ke internet? Ada beberapa hal yang bisa dijadikan alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

LG contohnya, mempunyai produk yang dinamai SmartDiagnosis. Jika perabot pintar LG Anda mengalami kerusakan, perabot tersebut akan menghubungkan Anda ke customer service melalui telepon atau aplikasi. Teknisi LG akan segera datang untuk memperbaiki kerusakan pada perabot Anda.

LG SmartDiagnosis

Lalu ada monitor makanan. Anda akan mendapatkan peringatan saat harus ada stok makanan yang hampir habis atau sudah hampir kadaluarsa. Kulkas Family Hub buatan Samsung bahkan memiliki kamera di bagian dalamnya sehingga Anda bisa mengecek isi kulkas saat sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.

5. Rumah yang bisa bersih-bersih sendiri

Jika Anda sudah memiliki vacuum cleaner dan berharap ada seseorang yang akan membantu membersihkan rumah Anda, Anda bisa memanfaatkan sebuah alat yang dinamai Roomba. Roomba merupakan robot berbentuk vacuum cleaner yang bisa menjaga rumah Anda tetap bersih.

Baca Juga:  Notebook, atau Netbook?

Roomba 980 (899 dollar AS) memiliki koneksi WiFi yang memungkinkan Anda mengontrolnya melalui aplikasi smartphone di mana pun Anda sedang berada. Anda bisa memerintahkan Roomba untuk membersihkan lantai dan melalui dashboardnya Anda bisa memantau apa yang sedang dilakukan Roomba saat Anda sedang berada di luar rumah.

roomba

Jika pada Roomba seri-seri sebelumnya atau robot vacuum cleaner lainnya, terkadang masih ditemukan area yang dilewatkan saat dibersihkan dan kesalahan tersebut terus berlanjut. Akan tetapi pada Roomba 980 yang merupakan seri teranyar, kekurangan tersebut telah diperbaiki, menggunakan kamera dan sensor, Roomba memetakan ruangan yang harus dibersihkan sehingga Roomba akan mengetahui jika masih ada area yang belum dibersihkan.

Bonus: bersiap untuk masa depan

Salah satu permasalahan yang ada saat ini adalah kebanyakan gadget bekerja terpisah atau hanya bisa terhubung dengan gadget dari produsen yang sama. Itulah sebabnya mengapa perangkat hub menjadi sangat penting dan dibutuhkan.

Sebagai solusi, Anda bisa mengaktifkan aplikasi untuk membuka kunci pintu, menyalakan dan mematikan lampu serta mematikan sistem keamanan rumah, cukup hanya dengan satu perangkat induk. Sudah banyak perusahaan yang sedang mengembangkan perangkat hub buatan mereka.

Tapi pastikan Anda sudah melakukan riset terhadap gadget yang akan Anda pilih. HomeKit Apple contohnya, bisa terhubung dengan perangkat non-Apple, tapi hanya jika gadget tersebut compatible. Beberapa gadget yang akan Anda beli mungkin tidak compatible dengan HomeKit Apple. Produsen seperti Cassia dan HomeGenie saat ini sedang mengembangkan hub dan software yang bisa terhubung ke semua gadget.

Gadget apapun yang Anda pilih untuk mengisi rumah Anda, tetap ingat bahwa teknologi tersebut masih dalam tahp awal dan pengembangan. Tapi kita tidak tahu akan seperti apa beberapa tahun ke depan, termasuk di Indonesia sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *