Ajay Bhatt, Sosok di Balik Sejarah Port USB

Hampir semua perangkat komputer saat ini memiliki port USB. Universal Serial Bus (USB) adalah standar bus serial untuk perangkat penghubung, biasanya kepada komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan, ponsel dan PDA. Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentuk “pohon” dengan menggunakan peralatan hub yang khusus.

Ajay Bhatt penemu port usb, sejarah usb port

Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu mereboot komputer. Ketika USB dipasang, langsung dikenal sistem komputer dan memproses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya.

USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk, dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital.

Universal Serial Bus atau USB adalah konektor yang kini digunakan di lebih dari 10 miliar perangkat di seluruh dunia. Adalah Ajay Bhatt, pria kelahiran India yang berada di balik kelahiran port yang kini berusia 20 tahun tersebut.

Ajay Bhatt penemu port usb, sejarah usb port

Bhatt tak memperoleh sepeser uang pun dari konektor ciptaannya itu dan ia tak mempermasalahkan hal tersebut. “Saya tak melakukan hal ini untuk uang,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Chief Systems Technologist di Intel tersebut.

Baca Juga:  Definisi Laptop, Fungsi serta Jenis-jenis Laptop yang Harus Anda Ketahui

Tak cuma Bhatt, USB memang tak menghasilkan uang bagi siapapun. Ini karena Intel, yang mempunyai paten USB dan perusahaan yang mendanai pengembangan USB, memilih untuk membuat teknologi USB terbuka dan bebas royalti sejak awal.

Ajay Bhatt penemu port usb, sejarah usb port

Saat ini USB memang sudah menjadi standar bagi bermacam perangkat. Namun pada awal 90-an, ternyata Bhatt mengalami kesulitan untuk mencari perusahaan pendukung untuk mengembangkan temuannya itu, seperti Apple dan Microsoft.

Akhirnya Intel yang mendanai temuannya itu dan mulai membangun dukungan terhadap USB ke dalam chip buatannya. Apple adalah perusahaan pertama yang menjual komputer dengan dukungan port USB, yaitu iMac G3 pada Agustus 1998. Kemudian Microsoft mengekor dan mulai mendukung penggunaan USB di Windows 98 SE.

Standard USB telah berevolusi kebeberapa versi:
1.  Pre-rilis

  • USB 0.7: dirilis November 1994
  • USB 0.8: dirilis December 1994
  • USB 0.9: dirilis April 1995
  • USB 0.99: dirilis August 1995
  • USB 1.0 Release Candidate: dirilis November 1995

2.  USB versi 1: dirilis Januari 1996.
3.  USB versi 2. USB versi 2.0 dirilis April 2000. Perbedaan paling mencolok dengan versi sebelumnya, yaitu pada versi 2.0 adalah kecepatan transfer yang jauh meningkat. Kecepatan transfer data USB dibagi menjadi empat:

  • Super speed data dengan frekuensi clock 4,800.00Mb/s
  • High speed data dengan frekuensi clock 480.00Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ± 500ppm
  • Full speed data dengan frekuensi clock 12.000Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±0.25% atau 2,500ppm
  • Low speed data dengan frekuensi clock 1.50Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±1.5% atau 15,000ppm.
Baca Juga:  Sayangi Laptop Anda, Jaga dan Rawat Baterainya

4.  USB versi 3. USB versi 3.0 dirilis November 2008. Beberapa perubahan telah diimplementasikan di USB 3.0 seiring dengan peningkatan penggunaan perangkat eksternal dan kebutuhan kecepatan lebih tinggi. Kecepatan transfer data USB 3.0 sekitar 3.2 Gbps (400 MB/s), dan secara teori dapat mencapat 4.8 Gbps. Kecepatan ini 6 sampai 10x lebih cepat dari maksimal kecepatan USB 2.0. USB 3.0 mengenalkan teknologi transfer data dua arah (full duplex), sehingga dapat membaca dan menulis data secara bersamaan (simultan). USB 2.0 dan sebelumnya belum mendukung teknologi bi-directional ini. Tegangan listrik diturunkan dari 4.4V menjadi 4V, kemudian arus juga ditingkatkan (menjadi 150mA), sehingga selain lebih hemat energi, sebuah port USB 3.0 dapat digunakan 4-6 perangkat. Power managemen lebih baik dibanding USB 2.0, sehingga mendukung idle, sleep dan suspend. Ujung USB 3.0 akan sama dengan USB 2.0 (standard), tetapi kabel didalamnya akan lebih banyak, ada tambahan 4 jalur kabel dibanding USB 2.0 (total ada 9 jalur kabel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *